Banyak orang yang belum mengetahui jenis APAR apa saja yang dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran kecil. Hal ini penting untuk diketahui agar sewaktu-waktu terjadi kebakaran secara tiba-tiba, seseorang bisa langsung menanganinya. Tanpa harus menunggu pihak berwenang datang.

Mengantisipasi terjadinya kebakaran sangat penting dilakukan karena kebakaran merupakan risiko bahaya paling tinggi di suatu bangunan. Banyak hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran seperti korsleting listrik, gas, alkohol, kebakaran benda-benda kecil, dan lain-lain. Memadamkan kebakaran tidak bisa hanya dengan air apalagi jika aliran air sangat kecil.

Di setiap bangunan tempat umum seperti mall, kantor, pertokoan, dan lain-lain sudah disediakan APAR alias Alat Pemadam Api Ringan. APAR berbentuk tabung berwarna merah dengan selang yang berfungsi menembakkan gas pemadam kebakaran. APAR ini biasanya diletakkan di sebuah lemari kaca yang dipasang di setiap tembok bangunan di bagian dalam.

Kebakaran sangat mungkin terjadi kapan saja karena pekerjaan orang-orang selalu berhubungan dengan sesuatu yang dapat memicu kebakaran. APAR selalu dipasang di setiap tembok manakala terjadi kebakaran kecil di dalam suatu bangunan, dapat langsung diatasi sebelum kebakaran tersebut membesar.

Baca Juga : Enam Perlengkapan dan Peralatan Alat Pemadam Kebakaran

Jenis APAR Yang Paling Umum Digunakan

Jenis APAR dibedakan berdasarkan tipe-tipe dan fungsinya yang berbeda-beda. Jadi tidak semua bahan di dalam APAR sama, karena setiap penyebab kebakaran berbeda-beda. Setiap tempat memiliki jenis APAR yang berbeda-beda tergantung seberapa besar risiko kebakaran akan terjadi. Berikut ini adalah jenis-jenis APAR yang paling umum digunakan di setiap bangunan :

1. APAR Bubuk Kimia Kering Alias Dry Chemical Powder

Merupakan jenis APAR yang paling umum digunakan karena bisa memadamkan kebakaran kelas A, B, dan C. Jenis APAR ini terbagi lagi sesuai dengan bahan yang digunakan. Pertama, ada mono ammonium phosphate yang memiliki sifat korosif namun tidak konduktif. Zat ini biasa digunakan untuk gedung-gedung kantor, rumah-rumah, serta rumah sakit.

Ada juga sodium bacarbonat, zat kimia yang digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C. Tidak bersifat konduktif serta tidak menyebabkan racun. Sehingga cocok digunakan untuk tempat-tempat yang menyimpan bahan-bahan kimia seperti dapur, kantor, dan juga laboratorium. Setelah digunakan, sisa-sisa APAR dari zat ini dapat langsung dbersihkan dengan baik.

Ada juga potassium bicarbonate yang tidak bersifat konduktif dan korosif. APAR dengan bahan ini sering ditemukan di kendaraan, perusahaan minyak, tempat-tempat militer, dan lain-lain. Secara ringkas, APAR dengan tipe bubuk kimia ini dapat dengan mudah ditemukan di tempat-tempat berikut :

  • Area pergudangan di perusahaan yang menyimpan barang-barang berbahan kayu, plastik, kertas, kain, bensin, solar, minyak, dan oli.
  • Gedung-gedung pabrik.
  • Tempat pos satpam.
  • Ruko-ruko yang memiliki banyak lantai. Dan di setiap lantai dipasang APAR.
  • Pom bensin.
  • dan masih banyak lagi.

2. APAR Karbon Dioksida Alias CO2 (Carbon Dioxide)

Jenis APAR yang cara kerjanya adalah menghilangkan oksigen pada api sehingga kebakaran dapat dipadamkan dengan cepat. APAR ini bersifat ramah lingkungan dan tidak menyebabkan terjadinya pencemaran. Biasanya digunakan di tempat-tempat yang menyimpan bahan-bahan penyebab sensitivitas dan kontaminasi.

Seperti di laboratorium, gudang penyimpanan bahan makanan, dan lain-lain. Selain itu, dapat juga digunakan di tempat-tempat yang memiliki peralatan mesin dan listrik. Seperti ruang komputer dan rumah sakit yang memiliki mesin-mesin atau alat-alat penunjang kesehatan bermuatan listrik. Untuk kelas kebakaran yang dapat diatasi oleh APAR ini adalah semua kelas A, B, dan C.

Tabung APAR berbahan karbon dioksida ini dapat ditemukan dengan mudah di tempat-tempat berikut :

  • Ruang khusus komputer seperti laboratorium komputer di beberapa lembaga pendidikan komputer.
  • Ruang penyimpanan genset listrik.
  • Beberapa pom bensin.
  • Rumah sakit tempat penyedia alat penunjang kesehatan.

3. APAR Busa atau Foam (Aqueous Film Forming Foam)

Yang dimaksud busa adalah bahan kimia yang biasa digunakan untuk membuat busa. Jenis APAR ini ketika disemprotkan akan menutupi semua bagian yang terbakar. Hal ini dapat mencegah api menjadi membesar karena semua permukaan tertutupi. Namun APAR busa tidak cocok untuk memadamkan kebakaran kelas C. Hanya bisa kelas A dan B saja.

Zat kimia ini bersifat konduktif, sehingga hanya bisa memadamkan kebakaran akibat benda-benda logam dan padat lainnya. Dan juga kebakaran yang disebabkan oleh zat-zat cair. Zat kimia busa tidak bisa memadamkan api yang disebabkan oleh arus listrik yang korslet. Jika digunakan, tidak akan memadamkan secara maksimal. Tempat-tempat yang bisa dipasang APAR jenis ini adalah sebagai berikut :

  • Gudang penyimpanan barang-barang berbahan kertas, kayu, dan kain.
  • Gudang penyimpanan jenis-jenis minyak seperti minyak tanah, bensin, oli, dan solar.
  • Dapur-dapur di restoran atau rumah makan lainnya.

Baca Juga : Colorimeter Adalah Alat Ukur Warna, Inilah Informasi Lengkapnya

4. APAR Liquid Gas Non CFC

APAR jenis ini khusus untuk memadamkan kebakaran kelas C yang penyebab utama kebakarannya adalah listrik. Untuk kelas A dan B, APAR ini masih bisa digunakan. Merupakan APAR yang lebih ramah lingkungan karena tidak meninggalkan bekas setelah digunakan. Tidak seperti jenis APAR lainnya yang masih meninggalkan bekas.

Serta tidak akan merusak ozon dan tidak menyebabkan pencemaran udara. Ini merupakan jenis APAR yang paling banyak diunggulkan di semua tempat. Pada dasarnya, APAR ini bisa ditempatkan di semua jenis tempat yang memiliki potensi kebakaran kelas A, B, dan C seperti APAR lainnya. Namun lebih dikhususkan untuk tempat-tempat yang banyak memiliki alat-alat bermuatan mesin dan listrik.

Seperti di laboratorium, ruang komputer, ruang server, dan di kendaraan-kendaran umum. Ini adalah tempat-tempat yang memiliki potensi kebakaran berkelas C. Sehingga keberadaan APAR berbahan liquid gas ini lebih dibutuhkan daripada bahan APAR lainnya.

Kapan APAR Harus Digunakan Dan Bagaimana Cara Menggunakan APAR Dengan Tepat?

Pada dasarnya, tanda-tanda terjadi kebakaran tidak dapat dilihat secara pasti. Kebakaran dapat terjadi secara tiba-tiba setelah pemicu kebakaran memercikan api. Maka dari itu APAR selalu disediakan di setiap sudut gedung. Seseorang bisa saja sedang berjalan kemudian melihat kebakaran terjadi. Jika terdapat APAR di dekatnya, maka tindakan pertama adalah harus mengambil APAR tersebut tanpa menunggu pihak keamanan.

Sebagai antisipasi,  perlu diketahui cara menggunakan APAR dengan benar, agar bisa membantu memadamkan api yang terjadi. Caranya adalah sebagai berikut ini :

  • Tarik safety pin atau pin pengaman tabung APAR.
  • Kemudian arahkan mulut pipa tabung APAR ke arah api.
  • Tekan tombol pemicu untuk menembakkan semprotan gas APAR ke arah api.
  • Ayun-ayunkan tabung APAR hingga semua tempat yang terkena api mendapat semprotan gas APAR.

Lakukan dengan hati-hati dan cepat. Serta jangan takut dan panik agar tidak sembarang menembakkan gas dari tabung APAR.

Itulah pembahasan mengenai jenis APAR yang biasa digunakan di tempat umum serta cara menghadapi kebakaran menggunakan APAR tersebut. Apabila melihat kebakaran di tempat umum, janganlah langsung panik. Jika berada dekat dengan APAR, segera ambil dan bantu padamkan kebakaran.

Baca Juga : Jaket Pelampung Dewasa Murah Tapi Berkualitas

Categories: Blog

2 Comments

Enam Perlengkapan dan Peralatan Alat Pemadam Kebakaran - · January 13, 2020 at 9:55 am

[…] Baca Juga : Mengenali Jenis APAR Beserta Fungsinya Sebagai Tindakan Menanggulangi Kebakaran […]

Jaket Pelampung Dewasa Murah Tapi Berkualitas - · January 30, 2020 at 4:26 am

[…] Baca Juga : Mengenali Jenis APAR Beserta Fungsinya Sebagai Tindakan Menanggulangi Kebakaran […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *